Selasa, 08 Januari 2013

Tugas ISD : I. ISD Sebagai Salah Satu MKDU


Pendahuluan

Secara Spesifik kemampuan pribadi yang hendak dicapai melalui MKDU bertujuan untuk menghasikan warga Negara sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut :

1.       Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.       Berjiwa Pancasila agar segala perbuatan dan keputusan mencerminkan nilai – nilai pancasila serta memiliki integritas kepribadian yang tinggi
3.       Memiliki Wawasan Sejarah perjuangan bangsa
4.       Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral dalam menyikapi segala permasalahan dalam kehidupan
5.       Memiliki Wawasan Budaya yang luas tentang kehidupan dalam bermasyarakat

Tema pokok ISD dalam perkuliahan sebagai bagian dari MKDU  adalah 

Pengertian ISD (Ilmu Sosial Dasar)

Mata kuliah ISD ini bertujuan untuk menopang keahlian mahasiswa dalam disiplin ilmunya. Demikian juga berbeda, dengan pendidikan keahlian yang bertujuan untuk mengembangkan keahlian mahasiswa, dalam bidang atau disiplin ilmunya.
Sedangkan definisi dari Ilmu sosial dasar ( ISD ) itu sendiri adalah hubungan timbal  balik antara manusia dengan lingkungannya serta pengetahuan yang menelaah masalah – masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian – pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu – ilmu sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, dan psykologi sosial.
Ilmu sosial dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu – ilmu sosial yang dipadukan, karena masing – masing sebagai disiplin ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendiri – sendiri yang tidak mungkin dipadukan.
Pendidikan umum yang diselenggarakan oleh universtias dan institut kemudian dikenal dengan mata kuliah dasar umum atau MKDU yang terdiri dari beberapa mata kuliah , yaitu :

1) Agama
2) Kewarganegaraan
3) Pancasila
4) Kewiraan
5) IBD
6) ISD

Ilmu sosial dasar adalah salah satu mata kuliah dasar umum yang merupakan matakuliah wajib diberikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Tujuan Umum ISD sebagai MKDU :

Sebagai salah satu dari MKDU, ISD mempunyai tujuan pembinaan terhadap mahasiswa agar :
a)      memahami dan menyadari adanya kenyataan – kenyataan sosial dan masalah – masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
b)      peka terhadap masalah – masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
c)   menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya , mempelajarinya secara kritis-indisipliner.
d)   memahami jalan pkiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penaggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.

Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial

Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki persamaan dan perbedaan, berikut persamaan antara keduanya sebagai berikut :

a)      keduanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran.
b)      keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
c)       Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.

Adapaun perbedaan terhadap keduanya :

a)    Ilmu Sosial Dasar (ISD) diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) diberikan di Sekolah Dasar (SD).
b)   ISD merupakan Matakuliah tunggal, Sedangkan IPS adalah kelompok dari sejumlaj mata pelajaran.
c)   ISD mengarah kepada pembentukan kepribadian dan sikap, Sedangkan IPS diarahkan kepada pembentukkan Pengetahuan dan Keterampilan inteektual.

Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar

Materi ISD terdiri dari masalah-masalah social dengan demikian bahan mata pelajaran ISD dapat dibedakan atas 3 golongan :

1. Kenyataan social yang ada dalam masyarakat yang secara bersama-sama merupakan masalah social tertentu., karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya.

2. Konsep / pengertian tentang kenyataan social dibatasi pada konsep dasar yang diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah social yang dipahami dalam IPS.

3.Masalah-masalah social yang timbul dalam masyarakat biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-keyataan social yang antara 1 dengan yang lainnya saling berkaitan


Kemampuan yang Diharapkan

kemampuan yang diharapkan dihasilkan dari lulusan pendidikan tinggi terdiri dari 3 kemampuan, yaitu sebagai berikut :

1.     Kemampuan Personal
Kemampuan Personal adalah Kemampuan Kepribadian. Pada kemampuan ini para lulusan pendidikan tinggi dapat berperilaku, bersikap, dan bertindak yang mencerminkan kepribadian Indonesia. Dapat memahami nilai keagamaan, kemasyarakatan dan kenegaraan (pancasila), dan memiliki pandangan luas terhadap masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.

2.     Kemampuan Akademik
Kemampuan Akademik adalah Kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik secara lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analisa, mampu berfikir logis, kiritis sistematis, dan analitis.

3.     Kemampuan Profesional
Kemampuan Profesional adalah Kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dalam kemampuan ini para tenaga ahli diharapkan dapat memiliki KeahlianYang Tinggi dalam bidang profesinya.

Kelompok Ilmu Pengetahuan

Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga :

1.        Natural Science (Ilmu – Ilmu Alamiah), meliputi : Fisika, Kimia, Astronomi, Biologi, dll.
2.       Social Science (Ilmu Ilmu Sosial), meliputi : Sosiologi, Ekonomi, Politik Antropologi, Sejarah, Psikologi, Geografi, dll.
3.       Humanities (Ilmu – Ilmu Budaya), meliputi : Bahasa, Agama, Kesastraan, Kesenian, dll.

Definisi Masalah Sosial

Masalah Sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :

1.       Faktor Ekonomi : Kemiskinan dan Pengangguran
2.       Faktor Budaya : Perceraian dan Kenakalan Remaja
3.       Faktor Biologis : Penyakit Menular dan Keracunan Makanan
4.       Faktor Psikologis : Penyakit Syaraf dan Aliran Sesat

Contoh Masalah Sosial 

1.       Masalah – masalah kependudukan
2.       Kebakaran pemukiman
3.       Tindakan – tindakan kriminalitas
4.       Penyalahgunaan alkohol dan narkoba
5.        Pencemaran lingkungan
6.       Fasilitas – fasilitas umum rusak
7.       Tingkat kecelakaan lalu lintas yang tinggi
8.       Kelangkaan barang – barang kebutuhan sehari hari
9.       Tawuran

Latar Belakang

               Latar belakang diberikannya ISD adalah banyaknya kritik yang ditujukan pada sistem pendidikan kita oleh sejumlah para cendikiawan, terutama sarjana pendidikan, sosial dan kebudayaan. Mereka menganggap sistem pendidikan kita berbau colonial, dan masih merupakan warisan sistem pendidikan Pemerintah Belanda, yaitu kelanjutan ari politik balas budi yang dianjurkan oleh Conrad Theodhore van Deventer. Sistem ini bertujuan menghasilkan tenaga-tenaga terampil untuk menjadi “tukang-tukang” yang mengisi birokrasi mereka di bidang administrasi, perdagangan, teknik dan keahlian lain, dengan tujuan ekspoitasi kekayaan Negara.
Ternyata sekarang masih dirasakan banyaknya tenaga ahli yang berpengetahuan keahlian khusus dan mendalam, sehingga wawasannya sempit. Padahal sumbangan pemikiran dan adanya komunikasi ilmiah antara disiplin ilmu diperlukan dalam memecahkan berbagai masalah sosial masyarakat yang demikian kompleks.
Hal lain, sistem pendidikan kita menjadi sesuatu yang “elite” bagi masyarakat kita sendiri, kurang akrab dengan lingkungan masyarakat, tidak mengenali dimensi – dimensi lain di luar disiplin keilmuannya dan Perguruan tinggi  seolah-olah menara gading yang banyak menghasilkan sarjana-sarjana “tukang” tidak mau dan peka terhadap denyut kehidupan, kebutuhan, serta perkembangan masyarakat.




sumber :
Buku MKDU ISD Universitas Gunadarma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar