Jumat, 14 Maret 2014

Cara Memasang Gambar di Pojok pada Blog

Mungkin sudah tak asing lagi jika sedang berselancar di internet kita mengunjungi blog kemudian melihat gambar yang terdapat di sebelah pojok kanan/kiri bawah maupun di atas baik bergerak maupun tidak, seperti gambar yang dilingkari merah di bawah ini.


Ok langsung saja saya akan memberi tahu cara2 memasang gambar pojok tersebut. Cekidoottt...

1. Login ke dalam blog milik anda

2. pilih Tata Letak

3. Tambahkan Gadget

4. Pilih HTML/Java Script

5. Copykan Script HTML berikut ini...

FRANKY



<a href='http://sdkhandoko.blogspot.com/' style='display:scroll;position:fixed;bottom:0px;right:0px;' title=''><img src='http://i1328.photobucket.com/albums/w523/armok99/frankyold2_zps20c8e1d4.png'/></a>

LUFFY 


<a href='http://sdkhandoko.blogspot.com/' style='display:scroll;position:fixed;bottom:0px;right:0px;' title=''><img src='http://i1328.photobucket.com/albums/w523/armok99/luffy_zps3a3248d3.png'/></a>

SANJI


<a href='http://sdkhandoko.blogspot.com/' style='display:scroll;position:fixed;bottom:0px;right:0px;' title=''><img src='http://i1328.photobucket.com/albums/w523/armok99/sanji_zpsd3d8115d.png'/></a>

USOPP
 

<a href='http://sdkhandoko.blogspot.com/' style='display:scroll;position:fixed;bottom:0px;right:0px;' title=''><img src='http://i1328.photobucket.com/albums/w523/armok99/usop_zps52f1921b.png'/></a>

ZORRO 1 


<a href='http://sdkhandoko.blogspot.com/' style='display:scroll;position:fixed;bottom:0px;right:0px;' title=''><img src='http://i1328.photobucket.com/albums/w523/armok99/zoro_zps796e3079.png'/></a>

 ZORRO 2


<a href='http://sdkhandoko.blogspot.com/' style='display:scroll;position:fixed;bottom:0px;right:0px;' title=''><img src='http://i1328.photobucket.com/albums/w523/armok99/zoro2_zps9a33cf89.png'/></a>

CATATAN :
  • Link yang berwarna BIRU : Kalian ganti dengan link blog kalian/boleh juga dikosongkan.
  • Link yang berwarna MERAH : Jika gambar ingin berada di bawah BOTTOM, jika ingin diletakkan diatas TOP.
  • Link yang berwarna KUNING : Jika gambar ingin di sebelah kanan RIGHT, Jika ingin diletakkan di kiri LEFT.
  • Link yang berwarna UNGU : link asal gambar tersebut disimpan, saya menyimpan gambar tersebut di website photobucket.com

 "Gambar yang saya gunakan di atas berformat .png"






*** jika anda ingin mengupload gambar anda sendiri dan menjadikannya sebagai gambar di pojok blog anda baca juga artikel Cara menyimpan gambar di photobucket.com & menjadikan gambar pojok pada BLOG
Baca SelengkapnyaCara Memasang Gambar di Pojok pada Blog

Cara menyimpan gambar di photobucket.com & menjadikan gambar pojok pada BLOG

Mungkin judulnya kepanjangan, soalnya bingung mau kasih judul apa. 
Oke pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang cara menyimpan gambar pada web penyedia tempat penyimpanan gambar, web yang saya gunakan adalah photobucket.com
langsung saja kita mulai...

1. Pertama-tama anda harus memiliki Akun photobucket.com 

2. Jika belum punya silahkan Register kemudian konfirmasikan akun pada email kalian atau anda dapat juga login menggunakan Facebook.

3. Jika sudah masuk, klik tulisan UPLOAD seperti gambar bertanda panah berikut ini.


  
4.  Pilih "Choose Photos & Videos" untuk mengunggah gambar dari komputer kamu, lihat gambar dibawah yang bertanda panah merah.


5. Selesai, sekarang gambar kamu sudah tersimpan di web photobucket. mudah yaa..

6. Jika kamu ingin menjadikan gambar kamu menjadi gambar pojok pada blog kamu baca dulu artikel Cara Memasang Gambar di Pojok pada Blog jika sudah dibaca, lanjut ke bahasan sebelumnya caranya buka gambar yang tadi kamu upload/kamu ingin jadikan sebagai gambar pojok di blog.

7. Kemudian lihat pada kolom "Link to share this photo" sebelah kanan gambar kamu, pilih yang IMG lalu klik link disampingnya, secara otomatis link tersebut akan tercopy. lihat gambar dibawah yang bertanda panah & diberi lingkaran merah.



8. Setelah itu copykan link tersebut pada script html, tepatnya pada tag <img src=' '/></a> ditengah-tengah tanda kutip ( ' ).

Contoh (SEBELUM):
<a href='http://sdkhandoko.blogspot.com/' style='display:scroll;position:fixed;bottom:0px;right:0px;' title=''><img src='COPYKAN LINKNYA DISINI'/></a>

Contoh (PROSES):
 ***Pada proses ini hapus link yang berwarna MERAH, kemudian sisakan link yang berwarna BIRU saja***
<a href='http://sdkhandoko.blogspot.com/' style='display:scroll;position:fixed;bottom:0px;right:0px;' title=''><img src='[URL=http://s1328.photobucket.com/user/armok99/media/luffygua_zps5d38b93f.png.html][IMG]http://i1328.photobucket.com/albums/w523/armok99/luffygua_zps5d38b93f.png[/IMG][/URL]'/></a>

Contoh (SELESAI):
<a href='http://sdkhandoko.blogspot.com/' style='display:scroll;position:fixed;bottom:0px;right:0px;' title=''><img src='http://i1328.photobucket.com/albums/w523/armok99/luffygua_zps5d38b93f.png'/></a>

Sudah selesai, gimana mudah kan... 
Baca SelengkapnyaCara menyimpan gambar di photobucket.com & menjadikan gambar pojok pada BLOG

Rabu, 01 Januari 2014

Macam Jenis Ikan Cupang

Ikan Cupang



Siapa yang tidak tau Ikan Cupang? Ikan Cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar yang habitat asalnya adalah beberapa negara di Asia Tenggara, antara lain Indonesia,Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Ikan jenis ini banyak diminati oleh masyarakat karena keunikan yang dimilikinya, yaitu keindahan berbagai macam warna dan bentuknya. Tak jarang masyarakat pun gemar mengoleksi berbagai jenis ikan ini. Ada yang sekedar hanya hobi memeliharanya saja, ada yang menjadikannya sebagai ladang bisnis (berjualan), ada pula yang memelihara & mengoleksi dan mengikut sertakannya di ajang kontes ikan cupang.


Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Di Indonesia terdapat cupang asli,salah satunya adalah Betta channoides yang ditemukan di Pampang, Kalimantan Timur.

Betta Channoides
(Ikan Cupang asli indonesia yang berhabitat di Sungai Mahakam, Pampang, Kalimantan Timur)

Ikan cupang juga merupakan salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama sehingga apabila ikan tersebut ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit dan tanpa adanya alat sirkulasi udara (aerator), ikan ini masih dapat bertahan hidup. Umumnya saat di penjual ikan ini ditempatkan pada wadah toples kaca disusun berjejer untuk menarik minat pembeli dan disetiap selang toples kaca diberi sekat. Setiap satu toples kaca hanya memuat satu ekor ikan cupang saja, apabila dalam satu wadah ditempatkan 2 ekor kemungkinan besar kedua ikan ini akan saling berkelahi.

Ikan Cupang yang ditempatkan pada wadah toples kaca

 Di kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas 3 golongan, yaitu :
- cupang hias
- cupang aduan
- cupang liar

A. Ikan Cupang Hias

Cupang hias, jenis nya macam- macam sesuai dengan bentuk-nya. Ini adalah cupang hias jenis serit. Cirinya sirip bergerigi dan menjuntai panjang mirip sisir. Cupang ini berasal dari perairan Indonesia. Harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah, bila kualitasnya ekspor. Dan yang mirip burung merak ini, adalah halfmoon, atau setengah bulan. Sirip nya bisa mengembang sampai setengah lingkaran.
Cupang hias terbagi menjadi 4, antara lain :


1. Ikan Cupang SERIT

jenis cupang serit

Deskripsi :
Jenis ini memiliki ciri husus berupa jeruji di ekornya. jenis cupang ini masih terbagi menjadi 4 bagian yaitu serit 1, serit 2, serit 3, dan serit 4.

2. Ikan Cupang PLAKAT

jenis cupang pelakat


Deskripsi :

Plakat bentuknya hampir sama dengan tipe petarung. Namun bila amarahnya terusik, tipe plakat ini akan mengembangkan siripnya hingga tegak melebihi 180 derajat. inilah yang membedakan dengan cupang petarung. Jenis ini memiliki ciri seperti jenis bagan. namun corak warna nya yang membedakan.Biasanya lebih indah dan bentuk ekornya tak sehalus tipe bagan. Yang menonjol dari ikan cupang plakat adalah sirip bagian bawah tubuh lebih panjang dibandingkan jenis ikan cupang yang lain.

3. Ikan Cupang DOUBLE TAIL

jenis cupang doubletail

Deskripsi :
jenis ikan cupang ini memiliki ekor yang bercabang menjadi 2 bagian.


4. Ikan Cupang HALFMOON

jenis cupang halfmoon

Deskripsi :
Cupang jenis ini memiliki ciri khusus yaitu ekornya yang lebar seperti kipas dan kibatannya mencapai 180 derajat. hingga seperti busur makanya dinamakan halfmoon.


5. Ikan Cupang GIANT

jenis cupang giant


Deskripsi :

Cupang jenis ini merupakan hasil perkawinan silang antara cupang biasa dengan cupang alam, cupang jenis ini ukurannya bisa mencapai 12 cm. Cupang ini adalah jenis cupang terbesar.

B. Ikan Cupang Aduan

  
Deskripsi :
Ciri-ciri umum cupang aduan diantaranya : badannya full pressed body (ramping), kalo dilihat seksama ada cekungan halus dari ujung badan sampai samping perut, sisik kecil2 tebal, bentuk dahi seperti ikan arwana, ring bibir tebal, jari-jari sirip ekor halus rapat (jari-jari sirip yg besar rawan terserang jamur, saat sirip terkoyak/luka), pembawaannya low profile, (santai tapi waspada), Cupang model begini rata2 raja-tega di medan laga, menyerang musuh tanpa ampun, kadang berakhir dgn kematian lawan.

C. Ikan Cupang Liar

 jenis cupang liar

Deskripsi :
Ikan cupang pada dasarnya adalah ikan liar yang hidup di rawa-rawa bahkan di persawahan, karena keindahannya dan dapat di adu maka sekarang banyak orang yang membudidayakannya. dan sekarang sudah banyak persilangan dari berbagai macam cupang dan menghasilkan jenis cupang baru. Jenis Ikan Cupang liar ini umumnya memiliki ciri yaitu berwarna pucat, berbeda dengan cupang pada umunya yang berwarna terang.

Sumber :
Google
Baca SelengkapnyaMacam Jenis Ikan Cupang

Senin, 30 Desember 2013

Contoh Kasus Konflik Organisasi

Konflik/perpecahan umunya terjadi pada setiap orang tidak terkecuali pada suatu instansi/organisasi. konflik tersebut awalnya biasa terjadi akibat adanya perbedaan pendapat dengan orang lain yang masing-masing orang lain tersebut sama-sama idealis (tidak mau mengalah satu sama lain). seperti saja contoh ketika anda berada dalam suatu organisasi yang mana ketika organisasi tersebut sedang melakukan diskusi tentang suatu hal pasti terdapat orang yang berbeda pendapat/tidak sependapat sedangkan yang menyuarakan pendapat sebelumnya tidak ingin mengalah dan mempertimbangkan pendapat orang lain sehingga mulai munculah perseteruan yang berujung konflik, dampak konflik itu sendiri dapat berakibat cukup fatal dalam suatu organisasi seperti perpecahan antar anggota yang pada akhirnya membuat bubarnya organisasi. berikut, dibawah ini adalah contoh kasus konflik yang terjadi di indonesia.

Konflik Papua: Organisasi Papua Merdeka Ingin Berdialog

JAYAPURA – Organisasi Papua Merdeka di bawah pimpinan Lambert Pekikir berkomitmen untuk mulai meletakkan senjata dan ingin berdialog dengan pemerintah. Perlawanan dengan senjata selama ini dinilai gagal untuk menyuarakan aspirasi mereka.



”Kekerasan tidak akan kami gunakan lagi sepanjang pemerintah mau membuka diri untuk sebuah dialog,” kata Lambert ketika dihubungi dari Jayapura, Papua, Senin (2/12)
Menurut Lambert, pihak-pihak yang harus hadir dalam dialog itu adalah Pemerintah Indonesia, Pemerintah Belanda (karena pernah menjajah Indonesia), tokoh masyarakat Papua, Polri, dan TNI. Dalam dialog itu, Lambert berharap akar permasalahan masyarakat Papua dapat dikemukakan dan bersama-sama dicari solusinya.

Poin-poin utama yang akan disuarakan OPM dalam dialog tersebut antara lain ketegasan mengenai status politik Papua Barat yang diklaim pernah berdaulat pada 1 Desember 1961. Karena itu, dibutuhkan kehadiran Pemerintah Belanda dalam dialog. Isu lain seputar jaminan hak-hak masyarakat Papua yang dinilai kurang diperhatikan dan selalu tertinggal dengan daerah lain.

Tentara Nasional Papua (TNP) OPM selama ini menyuarakan aspirasi itu dengan perlawanan senjata. Aksi menyuarakan aspirasi tersebut biasanya muncul setiap 1 Desember saat perayaan hari kemerdekaan Papua atau hari jadi OPM. Aksi itu cenderung menimbulkan korban jiwa.
Berbeda dengan sebelumnya, pada Minggu dan Senin tidak ada unjuk rasa, pengibaran bendera bintang kejora, ataupun kekerasan di Papua. Lambert justru menghadiri seminar mengenai hak asasi manusia di Kabupaten Keerom, Papua, Senin.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Ajun Komisaris Besar Sulistyo Pudjo mengatakan, polisi mendukung upaya dialog yang ingin dilakukan kelompok-kelompok masyarakat Papua. Dia menilai, penggunaan kekerasan justru menjauhkan simpati masyarakat luas. Padahal, kelompok seperti OPM membutuhkan simpati publik jika ingin aspirasinya didengar.

Pelaksana Tugas Kepala Sekretariat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Perwakilan Papua Frits B Ramandey mengatakan, pemerintah harus segera menghargai komitmen OPM dengan membuka ruang dialog.
Kemarin, Larungga (40), tukang ojek, yang hilang sejak Jumat (29/11), ditemukan tewas dalam kondisi terikat dan tenggelam di Sungai Braza, Kabupaten Yahukimo, Papua. Polisi telah menangkap seorang tersangka berinisial PH. Dari keterangan PH, Sulistyo mengatakan, polisi memperoleh lima nama pelaku lain. Kelima pelaku itu kini diburu polisi. 

------------------------------------------------------------
OPM : ORANG PAPUA MERDEKA

Baca SelengkapnyaContoh Kasus Konflik Organisasi

Minggu, 29 Desember 2013

Perubahan dan Perkembangan Organisasi

Faktor-faktor Perubahan Organisasi


Secara garis besar faktor penyebab terjadinya perubahan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
  1. Faktor ekstern.
  2. Faktor intern.
1. Faktor Ekstern

Adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.

Perkembangan dan kemajuan teknologi juga merupakan penyebab penting dilakukannya perubahan. Penggantian perlengkapan lama dengan perlengkapan baru yang lebih modern menyebabkan perubahan dalam berbagai hal, misalnya: prosedur kerja, kualitas dan kuantitas tenaga kerja, jenis bahan baku, jenis output yang dihasilkan, system penggajian yang diberlakukan yang memungkinkan jumlah bagian-bagian yang ada dikurangi atau hubungan pola kerja diubah karena adanya perlengkapan baru.

Perkembangan IPTEK terus berlanjut sehingga setiap saat ditemukan berbagai produk teknologi baru yang secara langsung atau tidak memaksa organisasi untuk melakukan perubahan. Organisasi yang tidak tanggap dan bersedia menyerap berbagai temuan teknologi tersebut akan tertinggal dan pada gilirannya tidak akan sanggup survive.

2. Faktor Intern

Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber antara lain:
- Problem hubungan antar anggota,
- Problem dalam proses kerja sama,
- Problem keuangan.

Hubungan antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu problem yang lazim terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal). Problem atasan bawahan yang sering timbul adalah problem yang menyangkut pengambilan keputusan dan komunikasi. Keputusan pimpinan yang berkenaan dengan system pengupahan, misalnya dianggap tidak adil atau tidak wajar oleh bawahan, atau putusan tentang pemberlakuan jam kerja yang dianggap terlalu lama, dsb. Hal ini akan menimbulkan tingkah laku anggota yang kurang menguntungkan organisasi, misalnya anggota sering terlambat. Komunikasi atasan bawahan juga sering menimbulkan problem. Keputusannya sendiri mungkin baik tetapi karena terjadi salah informasi, bawahan menolak keputusan pimpinan. Dalam hal seperti ini perubahan yang dilakukan akan menyangkut system saluran komunikasi yang digunakan.

Problem yang sering timbul berkaitan dengan hubungan sesame anggota organisasi pada umumnya menyangkut masalah komunikasi dan kepentingan masing-masing anggota. Proses kerja sama yang berlangsung dalam organisasi juga kadang-kadang merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Problem yang timbul dapat menyangkut masalah system kerjasamanya dan dapat pula menyangkut perlengkapan atau peralatan yang digunakan. Sistem kerja sama yang terlalu birokratis atau sebaliknya dapat menyebabkan suatu organisasi menjadi tidak efisien. System birokrasi (kaku) menyebabkan hubungan antar anggota menjadi impersonal yang mengakibatkan rendahnya semangat kerja dan pada gilirannya produktivitas menurun, demikian sebaliknya. Perubahan yang harus dilakukan akan menyangkut struktur organisasi yang digunakan.

Perlengkapan yang digunakan dalam mengolah input menjadi output juga dapat merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Tujuan penggunaan berbagai perlengkapan dan peralatan dalam proses kerjasama ialah agar diperoleh hasil secara efisien.

Proses Perubahan

Perubahan Organisasi merupakan modifikasi substantif pada beberapa bagian organisasi. Perubahan itu dapat melibatkan hampir semua aspek dari organisasi, seperti jadwal pekerjaan, dasar untuk departementalisasi, rentang manajemen, mesin-mesin, rancangan organisasi, dan sebagainya.

Dorongan untuk Berubah
Alasan mendasar organisasi memerlukan perubahan adalah karena sesuatu yang relevan bagi organisasi telah berubah, atau akan berubah. Oleh sebab itu, organisasi tidak punya pilihan lain kecuali berubah juga. Perubahan ini terjadi karena adanya dorongan untuk berubah, yang berasal dari:
  1. Dorongan Eksternal, Dorongan eksternal yang mendorong organisasi untuk mengadakan perubahan berasal dari lingkungan umum organisasi. Adanya aturan baru dalam produksi dan persaingan, politik, hukum baru, keputusan pengadilan, dan sebagainya akan mempengaruhi organisasi. Disamping itu, berbagai dimensi seperti teknologi, ekonomi dan sosiokultural juga mempengaruhi organisasi untuk melakukan perubahan.
  2. Dorongan Internal, Pada dasarnya dorongan internal berasal dari dalam organisasi itu sendiri. Adanya revisi strategi organisasi oleh manajemen puncak, akan menghasilkan perubahan organisasi. Dorongan internal lainnya mungkin direfleksikan oleh dorongan eksternal. Misalnya, sikap pekerja terhadap pekerjaannya akan bergeser, seiring bergesernya nilai sosiokultural.
Akibatnya mereka menuntut suatu perubahan dalam jam kerja, atau perubahan kondisi kerja.
Dua Jenis Perubahan
Secara umum ada dua jenis perubahan dalam organisasi.

1. Perubahan Terencana
Perubahan terencana adalah perubahan yang dirancang dan diimplementasikan secara berurutan dan tepat waktu sebagai antisipasi dari peristiwa di masa mendatang.

2. Perubahan Reaktif
Perubahan reaktif adalah suatu respon bertahap terhadap peristiwa ketika muncul.

Langkah-langkah komprehensif dalam proses perubahan
Ada tujuh langkah komprehensif yang ditempuh dalam proses perubahan organisasi. Langkah-langkah tersebut yaitu:
  1. Mengenali kebutuhan akan perubahan
  2. Menetapkan tujuan perubahan
  3. Mendiagnosis apa yang menyebabkan perlunya dilakukan perubahan
  4. Memilih teknik perubahan yang sesuai untuk mencapai tujuan
  5. Merencanakan implementasi untuk perubahan
  6. Mengimplementasikan perencanaan perubahan
  7. Mengevaluasi perubahan dan tindak lanjut

Ciri-ciri Pengembangan Organisasi

Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat dan akurat tentang permasalahan yang dihadapi oleh suatu organisasi.
  2. Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi terhadap suatu organisasi.
  3. Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
  4. Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
  5. Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara organisasi sau dengan organisasi yang lainnya.
  6. berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
  7. Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.
Apabila selama ini kita hanya mengenal pembelajaran pada tingkat individu dan kelompok, maka perkembangan manajemen telah mengenal pembelajaran organisasi (learning organization), yang secara sederhana dapat diartikan sebagai :

Organisasi yang secara terus menerus melakukan perubahan diri agar dapat mengelola pengetahuan lebih baik lagi, memanfaatkan tekhnologi, memberdayakan sumber daya, dan memperluas area belajarnya agar mampu bertahan di lingkungan yang selalu berubah.

Metode Pengembangan Organisasi

METODE PENGEMBANGAN PERILAKU 

1. PROGRAM GERADI MANAJEMEN
Program yang mengkombinasikan pelatihan kepemimpinan dan latihan pengembangan kelompok.

2. PEMBINAAN TIM
Suatu tehnik manajemen yg mencakupkan sejumlah metode spesifik untuk membentuk kerja tim yang efektif, baik didalam maupun di antara kelompok kerja.

3. PERENCANAAN KEHIDUPAN
Suatu metode pengembangan yg mendorong dan memungkinkan orang orang memainkan peran aktif dalam memadukan karier dan aktivitas kehidupan mereka kearah hasil yang memuaskan

4. PELATIHAN KEPEKAAN
Metode yang diterapkan secara luas untuk membantu orang orang mempelajari cara peningkatan ketrampilan antar pribadi mereka.

METODE PENGEMBANGAN STRUKTUR

1. MANAJEMEN BERDASARKAN SASARAN/ MANAJEMEN BY OBJECTIVE (MBO)
Membantu menyediakan wewenang lebih besar bagi setiap orang untuk menentukan tujuan pekerjaan mereka

2. SISTEM 4
Merupakan pendekatan yg diterapkan secara luas untuk mengembangkan karakteristik desain organik dalam suatu organisasi

3. TEKNOLOGI DESAIN MAPS(multivariate analysis)
Metode mendesain organisasi berdasarkan hubungan yg dipandang perlu untuk melaksankan tugas individu

Sumber :
http://boycharotz1st.blogspot.com/2013/01/perubahan-dan-perkembangan-organisasi.html
Baca SelengkapnyaPerubahan dan Perkembangan Organisasi

Konflik Organisasi

Pengertian 

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.


Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

Adapun beberapa definisi menurut para ahli, sebagai berikut :
  1. Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.
  2. Menurut Minnery (1985), Konflik organisasi merupakan interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling tergantung, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan.
  3. Konflik dalam organisasi sering terjadi tidak simetris terjadi hanya satu pihak yang sadar dan memberikan respon terhadap konflik tersebut. Atau, satu pihak mempersepsikan adanya pihak lain yang telah atau akan menyerang secara negatif (Robbins, 1993).
  4. Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.
Jenis & Sumber Konflik

Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :


  1. Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya. Bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.
  2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama, dimana hal ini sering diakibatkan oleh perbedaan–perbedaan kepribadian.Konflik ini berasal dari adanya konflik antar peranan ( seperti antara manajer dan bawahan ).
  3. Konflik antar individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh, seorang individu mungkin dihukum atau diasingkan oleh kelompok kerjanya karena melanggar norma – norma kelompok.
  4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompokatau antar organisasi.
  5. Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, dan jasa, harga–harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya lebih efisien.
Sumber-sumber konflik

  • Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan. Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.
  • Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
  • Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.
  • Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok. Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.
  • Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
  • Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formalperusahaan. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau mendadak, akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada.
Strategi Penyelesaian Konflik


Spiegel (1994) menjelaskan ada lima tindakan yang dapat kita lakukan dalam penanganan konflik :

1. Berkompetisi
Tindakan ini dilakukan jika kita mencoba memaksakan kepentingan sendiri di atas kepentingan pihak lain. Pilihan tindakan ini bisa sukses dilakukan jika situasi saat itu membutuhkan keputusan yang cepat, kepentingan salah satu pihak lebih utama dan pilihan kita sangat vital. Hanya perlu diperhatikan situasi menang – kalah (win-lose solution) akan terjadi disini. Pihak yang kalah akan merasa dirugikan dan dapat menjadi konflik yang berkepanjangan. Tindakan ini bisa dilakukan dalam hubungan atasan bawahan, dimana atasan menempatkan kepentingannya (kepentingan organisasi) di atas kepentingan bawahan.

2. Menghindari konflik
Tindakan ini dilakukan jika salah satu pihak menghindari dari situsasi tersebut secara fisik ataupun psikologis. Sifat tindakan ini hanyalah menunda konflik yang terjadi. Situasi menang kalah terjadi lagi disini. Menghindari konflik bisa dilakukan jika masing-masing pihak mencoba untuk mendinginkan suasana, mebekukan konflik untuk sementara. Dampak kurang baik bisa terjadi jika pada saat yang kurang tepat konflik meletus kembali, ditambah lagi jika salah satu pihak menjadi stres karena merasa masih memiliki hutang menyelesaikan persoalan tersebut.

3. Akomodasi
Yaitu jika kita mengalah dan mengorbankan beberapa kepentingan sendiri agar pihak lain mendapat keuntungan dari situasi konflik itu. Disebut juga sebagai self sacrifying behaviour. Hal ini dilakukan jika kita merasa bahwa kepentingan pihak lain lebih utama atau kita ingin tetap menjaga hubungan baik dengan pihak tersebut.

Pertimbangan antara kepentingan pribadi dan hubungan baik menjadi hal yang utama di sini yaitu :

4. Kompromi
Tindakan ini dapat dilakukan jika ke dua belah pihak merasa bahwa kedua hal tersebut sama –sama penting dan hubungan baik menjadi yang utama. Masing-masing pihak akan mengorbankan sebagian kepentingannya untuk mendapatkan situasi menang-menang (win-win solution).

5. Berkolaborasi
Menciptakan situasi menang-menang dengan saling bekerja sama. Pilihan tindakan ada pada diri kita sendiri dengan konsekuensi dari masing-masing tindakan. Jika terjadi konflik pada lingkungan kerja, kepentingan dan hubungan antar pribadi menjadai hal yang harus kita pertimbangkan.

Sumber :
Baca SelengkapnyaKonflik Organisasi

Sabtu, 16 November 2013

ORGANISASI YANG DIINGINKAN

          Mengapa harus berorganisasi? memangnya penting? yak, mungkin awalnya sebagian orang menganggap berorganisasi itu tidak terlalu penting begitu juga menurut saya. pernah lihat berita banjir di TV? betul, salah satu dari mereka yang membantu para korban yang terkena musibah tersebut adalah organisasi, baik organisasi pemerintahan, masyarakat ataupun yang didirikan mahasiswa. mereka ngapain aja? tugas mereka ya membantu para korban dengan berbagai macam kegiatan salah satu contohnya seperti : mengadakan baksos kepada masyarakat yang kemudian bantuan dari masyarakat tersebut langsung disalurkan kepada yang berwenang/korban atau dibelikan bahan pangan.
          Awalnya memang terfikir, berorganisasi itu untungnya apa dan apa manfaatnya? setelah melihat dari berbagai macam cara sekelompok orang berorganisasi saya mengambil kesimpulan bahwa penting dan manfaatnya berorganisasi itu salah satunya untuk memperoleh banyak teman istilahnya sih memperluas jaringan komunikasi, sebab dalam suatu organisasi itu pasti banyak terdapat orang didalamnya dan tak mungkin dari sekian banyak orang tersebut memiliki fikiran yang sama. Mereka dapat lebih mengenal orang lain lebih dekat dan saling bertukar fikiran. untuk itu saya pun tertarik untuk berorganisasi meski sampai saat ini saya belum pernah berorganisasi, meski banyak organisasi-organisasi yang terdapat di lingkungan sekitar sepertinya belum ada yang sesuai dengan minat saya dsb.
         Untuk itulah jika saya ditanya organisasi apa yang diinginkan, saya lebih memilih untuk mendirikan organisasi yang berhubungan dengan satwa dan lingkungan baik itu seperti penelitian ataupun lainnya. ya kurang lebihnya seperti organisasi pecinta alam/satwa, karena saya berfikir dengan mengamati keadaan sekitar baik yang pastinya seiring berjalanya waktu maka akan timbul perubahan-perubahan dan menurut saya hal tersebut cukup mengasyikan untuk dilakukan. Selain tidak membosankan hal yang dilakukan sesuai minat/keinginan pasti ketika dijalankan tidak timbul beban dan fikiran di otak sebab menjalankannya sesuai dengan hati bukan karena paksaan atau suatu keharusan/kewajiban.
           Alasan lain kenapa saya memilih organisasi ini mungkin karena saya menyukai satwa, selain keunikan yang mereka punya dan berbagai macam karakteristik fisik yang berbeda mungkin semua orang pun tak kan mau  jika para satwa yang terdapat di bumi saat ini musnah/hilang dari peredaran, karena keseimbangan ekosistem bumi juga bergantung pada para satwa tersebut. dan saya pun juga menyukai alam sekitar, sebab kekayaan alam di indonesia ini banyak sekali dan ingin rasanya saya melihat semua keindahan yang telah Allah ciptakan dengan sempurnanya. Bayangkan saja kalau bisa berkeliling dunia dan melihat semua keanekaragaman lingkungan di seluruh bumi dan mengabadikannya sungguh suatu hal yang menakjubkan. mungkin cukup sedemikian yang bisa saya tuangkan dalam bahasan kali ini tentang Organisasi, terima kasih. 
Baca SelengkapnyaORGANISASI YANG DIINGINKAN